Kamis, 06 Juni 2013

Lakukanlah Perubahan

Standard
Sulit sekali rasanya untuk berubah. Rasanya, kita sudah terlalu enak, nikmat, dan nyaman melakukan sesuatu hal yang padahal kita tahu itu hukumnya haram. Walaupun keadaan sudah menuntut dan memaksa tapi tetap saja yang namanya melakukan perubahan itu sulit.

Sepertinya diri ini tidak mau melepaskan kebiasaan itu. Rasanya sulit sekali untuk melepaskannya, sulit untuk berhijrah, dan sulit untuk tidak melakukannya lagi. Ketika rasa atau niat itu ada untuk berubah seketika itu juga rasa atau niat itu hilang.

Saya ingat firman Allah "yang dekat (kiamat) telah semakin dekat" (Q.S. An Najm:57).

Memang . . .
Melakukan perubahan itu sulit.
Ada sebagian dari kita yang bisa berubah tapi ngga lama kemudian balik lagi. Ada sebagian lainnya yang menunggu perubahan, seperti seorang tamu. Dia menunggu perubahan itu datang kerumahnya dan mengetuk pintu rumahnya.

Hm . . .
Sadarlah teman,
Perubahan itu seperti hidayah yang dimana kita harus menjemputnya, kita harus mencarinya, dan kita harus berusaha semaksimal mungkin untuk meraihnya. Karena Allah SWT. hanya akan memberikannya kepada orang yang benar-benar tulus ikhlas berusaha untuk mendapatkannya.

Hm . . .
Sadarlah temanku,
Lakukanlah perubahan itu dengan niat karena Allah bukan karena atau untuk siapa-siapa. Lakukanlah perubahan itu dengan niat yang tulus ikhlas. Karena dengan hal itu perubahan kalian akan semakin lama bertahannya dan melekat di hati kalian. Dan akhirnya menjadi suatu kebiasaan dan disadari atau tidak disadari kalian akan semakin jauh dari kebiasaan kalian sebelum berubah. “Bisa karena terbiasa, terbiasa akan jadi sebuah kebiasaan, kebiasaan akan membentuk karakter, dan kalau sudah jadi karakter akan dijadikan sebuah teladan (hal ini berlaku untuk perkara yang baik dan buruk).”

Janganlah kalian lepas atau melepaskan diri dari yang namanya liqo, mentoring, haloqoh, atau tarbiyah. Karena dari situlah kalian akan mengetahui dan menemukan bagaimana cara melakukan perubahan dalam hidup, bagaimana cara menggapai sebuah perubahan, bagaimana mempertahankan perubahan, dsb.

Mungkin sebagian dari kalian para pembaca akan berkata seperti ini tentang tulisan saya, "ngga jelas, ngga ngerti, ngga penting," bahkan mungkin ada yang berkata seperti ini "kaya yang udh bener aja". Semua perkataan itu adalah hak kalian untuk berkomentar tentang tulisan saya ini.

Tulisan ini saya ambil dari pengalaman pribadi saya. Dimana saya akhirnya menemukan sebuah perubahan dari masa gelap gulita ke masa terang benderang. Dan perubahan itu saya dapatkan tidak secara cuma-cuma. Butuh pengorbanan, usaha, ikhtiar, istiqomah dan tawakal. Dan saya menemukannya di Tarbiyah.

Baik, saya akhiri tulisan ini dengan sebuah kata mutiara yang saya kutip dari Dr. Yusuf Al Qaradhawi, "Orang yang melewati 1 hari dalam hidupnya tanpa ada suatu hak yang ia tunaikan atau suatu fardhu yang ia lakukan atau kemuliaan yang ia wariskan atau kebaikan yang ia tanamkan atau ilmu yang ia dapatkan, maka ia telah durhaka kepada harinya dan menganiaya terhadap dirinya"

Semoga bermanfaat dan semoga kalian bisa mengambil kesimpulan dari tulisan saya yang banyak kekurangannya ini.

"barang siapa mati sedangkan ia belum pernah berjihad dan ia tidak bercita-cita intuk berjihad, maka kematiannya pada salah satu cabang kemunafikan." (HR. Muslim dalam Ash-Shahih, III/517).

Al Faqir, Teguh Budiarso

2 komentar: