Terinspirasi dari Surat
At Tiin: 4
Allah berfirman,
“Sesungguhnya, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk sebaik-baiknya.”
Pada tahun 1982,
bertempat di kota Melbourne (Australia) lahir seorang anak laki-laki bernama
Nick Vujicic. Kelahirannya disambut dengan histeria keluarga besarnya, tapi
histeria itu berubah menjadi tangisan ketika mengetahui bahwa Nick (panggilan
akrabnya) lahir tanpa kedua lengan dan kaki. Tadinya, kelahiran Nick menjadi
sebuah anugrah tapi seketika itu pun berubah menjadi sebuah musibah bagi orang
tuanya.
Hari demi hari, minggu
demi minggu, bulan demi bulan dilalui Nick kecil dengan ditemani oleh kedua orang
tuanya yang sangat sabar dan tabah mengasuh, menjaga dan mendidik Nick. Tahun
demi tahun pun berlalu, Nick kecil pun tumbuh dewasa dan perubahan itu pun
muncul. Perubahan yg mengantarkan Nick menjadi Motivator kelas dunia yang
mengajarkan tentang Semangat Hidup.
Dulu, nick tidak bisa
melakukan apa-apa dengan sendiri tetapi seiring berjalannya waktu ia pun mampu
untuk melakukan apa-apa yg dilakukan oleh orang-orang normal lainnya seperti
menyisir rambut, menyikat gigi, makan, minum, sampai dengan berenang mampu ia
lakukan tanpa kedua lengan dan kaki.
Belajar dari firman
Allah dalam Surat At Tiin dan kisah Nick diatas membuat saya berpikir tentang
anugrah dan nikmat yg telah Allah berikan kepada saya. Allah menciptakan
manusia dalam bentuk sebaik-baiknya, walupun saya bukan ahli tafsir saya berkeyakinan arti ayat dari surat itu ‘bentuk
sebaik-baiknya’ tidak sedangkal itu. Saya mengambil kesimpulan bahwa arti kata
‘sebaik-baik’ itu bukan berbentuk fisik saja melainkan juga dari jiwa dan ruh
yg menggemuruh.
Lihat Nick, dengan
keterbatasannya dia merubah sebuah musibah menjadi sebuah anugrah, dia ubah
presepsi orang-orang tentang kerbatasan menjadi melampaui batas, dia memberikan
energi positif bagi kita yang bertubuh normal tentang sebuah Semangat Hidup.
Nick yang cacat sejak lahir mampu menjadi orang terkenal didunia sedangkan kita
yang bertubuh normal hanya mampu menjadi orang terkenal di RT dan RW setempat
atau lebih kecil daripada itu atau bahkan kita tidak terkenal dimana pun selain
dirumah kita sendiri.
Semangat yang Nick punya
mampu mengalahkan keterbatasan fisik yang dia alami, tetapi tubuh normal kita
mengalahkan semangat yang kita punya. Fasilitas yang ada malah membuat kita menjadi
malas. Peralatan yg semestinya kita gunakan untuk mempermudah pekerjaan kita
malah menjadi sebuah kebalikan yaitu peralatan yg memperalat kita.
Di usia 29 thn Nick
sudah berhasil menjadi Motivator Kelas Dunia. Waktu kita sebenarnya sama,
tetapi kenapa dan apa yg menghambat kita melejitkan potensi yang ada di dalam
diri kita ??
Jawabanya sederhana,
tidak perlu konsul ke psikolog, dokter, dukun, paranormal apalagi para tidak
normal. Cukup kita berkaca di depan cermin dan lihat siapa yang ada
dicermin itu karena dialah orang yg menghambat kita secara permanen untuk
melejitkan potensi yg kita punya.
Musuh terbesar kita
adalah diri kita sendiri.
Mulailah dengan
bersyukur, tafakur dan sujud tersungkur dihadapan Allah ketika orang lain
sedang tertidur sambil berdengkur bahkan ada juga yg sedang berkumur-kumur
bersiap untuk tidur.
Bersyukur, Sadari, dan
Nikmati apa yang telah Allah berikan kepada kita. Insya Allah kita akan bisa
mengalahkan diri kita sendiri dan melangkah menuju jannah yg indah bukan neraka yg panas, ganas, penjaganya pun bringas , beuh..hati2 Yo Mas !!
Keterbatasan bukan
penghalang, tapi sebuah pijakan untuk mengalahkan hala rintang yg menghadang.
Penulis: Al Faqir, Teguh Budiarso






keren euy postingannya :)
BalasHapusAllhamdulillah..
Hapussemoga menginspirasi :-)