Jumat, 06 September 2013

AT-TIN INSPIRATION

Standard
Terinspirasi dari Surat At Tiin: 4
Allah berfirman, “Sesungguhnya, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk sebaik-baiknya.”

Pada tahun 1982, bertempat di kota Melbourne (Australia) lahir seorang anak laki-laki bernama Nick Vujicic. Kelahirannya disambut dengan histeria keluarga besarnya, tapi histeria itu berubah menjadi tangisan ketika mengetahui bahwa Nick (panggilan akrabnya) lahir tanpa kedua lengan dan kaki. Tadinya, kelahiran Nick menjadi sebuah anugrah tapi seketika itu pun berubah menjadi sebuah musibah bagi orang tuanya.

Hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan dilalui Nick kecil dengan ditemani oleh kedua orang tuanya yang sangat sabar dan tabah mengasuh, menjaga dan mendidik Nick. Tahun demi tahun pun berlalu, Nick kecil pun tumbuh dewasa dan perubahan itu pun muncul. Perubahan yg mengantarkan Nick menjadi Motivator kelas dunia yang mengajarkan tentang Semangat Hidup.

Dulu, nick tidak bisa melakukan apa-apa dengan sendiri tetapi seiring berjalannya waktu ia pun mampu untuk melakukan apa-apa yg dilakukan oleh orang-orang normal lainnya seperti menyisir rambut, menyikat gigi, makan, minum, sampai dengan berenang mampu ia lakukan tanpa kedua lengan dan kaki.

Belajar dari firman Allah dalam Surat At Tiin dan kisah Nick diatas membuat saya berpikir tentang anugrah dan nikmat yg telah Allah berikan kepada saya. Allah menciptakan manusia dalam bentuk sebaik-baiknya, walupun saya bukan ahli tafsir saya berkeyakinan arti ayat dari surat itu ‘bentuk sebaik-baiknya’ tidak sedangkal itu. Saya mengambil kesimpulan bahwa arti kata ‘sebaik-baik’ itu bukan berbentuk fisik saja melainkan juga dari jiwa dan ruh yg menggemuruh.

Lihat Nick, dengan keterbatasannya dia merubah sebuah musibah menjadi sebuah anugrah, dia ubah presepsi orang-orang tentang kerbatasan menjadi melampaui batas, dia memberikan energi positif bagi kita yang bertubuh normal tentang sebuah Semangat Hidup. Nick yang cacat sejak lahir mampu menjadi orang terkenal didunia sedangkan kita yang bertubuh normal hanya mampu menjadi orang terkenal di RT dan RW setempat atau lebih kecil daripada itu atau bahkan kita tidak terkenal dimana pun selain dirumah kita sendiri.

Semangat yang Nick punya mampu mengalahkan keterbatasan fisik yang dia alami, tetapi tubuh normal kita mengalahkan semangat yang kita punya. Fasilitas yang ada malah membuat kita menjadi malas. Peralatan yg semestinya kita gunakan untuk mempermudah pekerjaan kita malah menjadi sebuah kebalikan yaitu peralatan yg memperalat kita.

Di usia 29 thn Nick sudah berhasil menjadi Motivator Kelas Dunia. Waktu kita sebenarnya sama, tetapi kenapa dan apa yg menghambat kita melejitkan potensi yang ada di dalam diri kita ??

Jawabanya sederhana, tidak perlu konsul ke psikolog, dokter, dukun, paranormal apalagi para tidak normal. Cukup kita berkaca di depan cermin dan lihat siapa yang ada dicermin itu karena dialah orang yg menghambat kita secara permanen untuk melejitkan potensi yg kita punya.

Musuh terbesar kita adalah diri kita sendiri.
Mulailah dengan bersyukur, tafakur dan sujud tersungkur dihadapan Allah ketika orang lain sedang tertidur sambil berdengkur bahkan ada juga yg sedang berkumur-kumur bersiap untuk tidur.

Bersyukur, Sadari, dan Nikmati apa yang telah Allah berikan kepada kita. Insya Allah kita akan bisa mengalahkan diri kita sendiri dan melangkah menuju jannah yg indah bukan neraka yg panas, ganas, penjaganya pun bringas , beuh..hati2 Yo Mas !!

Keterbatasan bukan penghalang, tapi sebuah pijakan untuk mengalahkan hala rintang yg menghadang.

Semoga menjadi penggugah untuk diri yg sedang lelah dan tidak bergairah

Penulis: Al Faqir, Teguh Budiarso

2 komentar: