Seringkali kita itu
benar-benar bersyukur kepada Allah Swt. saat kita medapatkan aneka kemudahan
atau kenikmatan. Dan terkadang, sempat terbesit dalam pikiran kita
pertanyaan-pertanyaan seperti ini, kenapa hidup saya banyak masalah?; kenapa
saya sering kena tipu saat berbisnis?; kenapa berat sekali mengerjakan sebuah
amal kebaikan?; dan pertanyaan-pertanyaan yang lainnya. Disaat keadaan seperti
ini timbul keraguan dalam hati dan kita pun bertanya, dimana pertolongan Allah
?
Astaghfirullah, itu yang harus kita ucapkan
ketika pertanyaan-pertanyaan di atas mulai merasuki benak kita. Satu hal yang
mesti kita ingat bersama, Allah mengurus kita tidak hanya melalui kegembiraan,
tetapi juga melalui kesedihan. Allah mengurus kita tidak hanya melalui
kenikmatan, tetapi juga melalui penderitaan. Salah satu tujuannya yang bisa
saya tafsirkan adalah supaya kita bisa mencapai perkembangan yang baik, jiwa kita kokoh, tekad kita
membaja.
Sama halnya dengan Batu berlian, sebelum kita menikmati
keindahannya, batu berlian melalui proses yang membutuhkan waktu ribuan hingga
jutaan tahun, mulai dari tempaan suhu yang sangat panas dan tekanan yang sangat
kuat dari segala sisi di kedalaman bumi. Bongkahan batu berlian setelah itu pun
harus menerima kikisan-kikisan oleh tangan-tangan ahli melalui berbagai macam
peralatan, hingga terlihat indah dan menjadi sangat berharga.
Kita semua tahu
dan sadar bahwa semua yang terjadi didunia ini pasti memerlukan sebuah proses.
Sama seperti berlian tadi, tetapi ketika kita ada didalam proses itu dan kita
mengalami berbagai penderitaan yang membuat jasad serta qolbu ini terluka maka
disaat itulah “syukur” hilang dari lisan, pikiran, dan hati kita.
Kita itu
betul-betul mahluk yang tak pandai besyukur, karena rasa syukur itu hanya hadir
saat Allah memberikan kemudahan atau kenikmatan kepada kita. Selain itu,
mengeluh jadi sikap pertama yang kita tampakkan. Padahal, kalau kita mau
sedikit saja meluangkan waktu tuk mencari tahu dari setiap celah tentang
hakikat penderitaan kita akan menemukan bahwa segala kenikmatan yang Allah
berikan kepada kita sangat luar biasa banyaknya dan tak kan sanggup terhitung
oleh kalkulator tercanggih di zaman ini. Sedangkan penderitaan yang kita anggap
begitu sangat berat belumlah ada apa-apanya dibandingkan kenikmatan yang telah
Allah berikan.
Dan akhirnya
timbullah sebuah pertanyaan yang menggelitik qolbu,
Mengapa kita
tetap sulit/lupa untuk bersyukur walau hanya sekedar berucap “Alhamdulillah”
dengan mantap ?
Semoga diri ini tidak ikut
terseret dalam firman Allah Swt. pada Surat Al Baqarah:243,
“…Sesungguhnya Allah
memberikan karunia kepada manusia, tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.”
Al Faqir, Teguh Budiarso






0 komentar:
Posting Komentar