Sabtu, 07 September 2013

BERSYUKURLAH

Standard
Seringkali kita itu benar-benar bersyukur kepada Allah Swt. saat kita medapatkan aneka kemudahan atau kenikmatan. Dan terkadang, sempat terbesit dalam pikiran kita pertanyaan-pertanyaan seperti ini, kenapa hidup saya banyak masalah?; kenapa saya sering kena tipu saat berbisnis?; kenapa berat sekali mengerjakan sebuah amal kebaikan?; dan pertanyaan-pertanyaan yang lainnya. Disaat keadaan seperti ini timbul keraguan dalam hati dan kita pun bertanya, dimana pertolongan Allah ?

Astaghfirullah, itu yang harus kita ucapkan ketika pertanyaan-pertanyaan di atas mulai merasuki benak kita. Satu hal yang mesti kita ingat bersama, Allah mengurus kita tidak hanya melalui kegembiraan, tetapi juga melalui kesedihan. Allah mengurus kita tidak hanya melalui kenikmatan, tetapi juga melalui penderitaan. Salah satu tujuannya yang bisa saya tafsirkan adalah supaya kita bisa mencapai perkembangan  yang baik, jiwa kita kokoh, tekad kita membaja.

Sama halnya dengan Batu berlian, sebelum kita menikmati keindahannya, batu berlian melalui proses yang membutuhkan waktu ribuan hingga jutaan tahun, mulai dari tempaan suhu yang sangat panas dan tekanan yang sangat kuat dari segala sisi di kedalaman bumi. Bongkahan batu berlian setelah itu pun harus menerima kikisan-kikisan oleh tangan-tangan ahli melalui berbagai macam peralatan, hingga terlihat indah dan menjadi sangat berharga.

Kita semua tahu dan sadar bahwa semua yang terjadi didunia ini pasti memerlukan sebuah proses. Sama seperti berlian tadi, tetapi ketika kita ada didalam proses itu dan kita mengalami berbagai penderitaan yang membuat jasad serta qolbu ini terluka maka disaat itulah “syukur” hilang dari lisan, pikiran, dan hati kita.

Kita itu betul-betul mahluk yang tak pandai besyukur, karena rasa syukur itu hanya hadir saat Allah memberikan kemudahan atau kenikmatan kepada kita. Selain itu, mengeluh jadi sikap pertama yang kita tampakkan. Padahal, kalau kita mau sedikit saja meluangkan waktu tuk mencari tahu dari setiap celah tentang hakikat penderitaan kita akan menemukan bahwa segala kenikmatan yang Allah berikan kepada kita sangat luar biasa banyaknya dan tak kan sanggup terhitung oleh kalkulator tercanggih di zaman ini. Sedangkan penderitaan yang kita anggap begitu sangat berat belumlah ada apa-apanya dibandingkan kenikmatan yang telah Allah berikan.

Dan akhirnya timbullah sebuah pertanyaan yang menggelitik qolbu,
Mengapa kita tetap sulit/lupa untuk bersyukur walau hanya sekedar berucap “Alhamdulillah” dengan mantap ?

Semoga diri ini tidak ikut terseret dalam firman Allah Swt. pada Surat Al Baqarah:243,
“…Sesungguhnya Allah memberikan karunia kepada manusia, tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.”

Al Faqir, Teguh Budiarso

0 komentar:

Posting Komentar