Jumat, 06 September 2013

MENGAPA dan BAGAIMANA ??

Standard
Terkadang ada orang bertanya kepada saya dengan pertanyaan "mengapa".
Contohnya, 
Mengapa doa saya tidak dikabulkan ?
Mengapa atasan di kantor selalu mencela saya ?
Mengapa kok organisasi kacau balau ?
Mengapa saya selalu menjadi korban ?
Mengapa dagangan saya sepi ?
dan mengapa,mengapa yg lainnya...

Berbagai pertanyaan “mengapa” seperti tersebut di atas berpotensi membuat kalian semakin lemah, meningkatkan penyakit hati dan bisa menjadikan kalian manusia yang kurang bersyukur. Selain itu, mereka yang terlalu banyak bertanya “mengapa” dalam konteks yang tidak tepat akan cenderung menjadi trouble maker (pembuat masalah) dibandingkan menjadi problem solver (pemecah masalah).

Berlatihlah dari banyak mengajukan pertanyaan "mengapa" menjadi "bagaimana".
Contohnya,
Bagaimana agar doa saya dikabulkan ?
Bagaimana caranya agar atasan di kantor percaya kepada saya ?
Bagaimana agar organisasi yg saya pimpin menjadi terorganisir ?
Bagaimana caranya agar supaya dagangan saya ramai ?

Mengubah pertanyaan "mengapa" menjadi "bagaimana" akan membuat kalian menjadi orang yang lebih banyak memikirkan solusi daripada masalah. kalian juga akan menemukan banyak alternatif positif yang ada di sekitar kehidupan kalian. Pertanyaan “bagaimana” akan membuat otak kalian aktif bekerja dan itu sangat berguna bagi kehidupan kalian.

Cobalah duduk sejenak,
sambil menikmati orkestra alam yang para pemainnya bisa jangkrik atau bintang-bintang. Lalu renungkan hal-hal yang selama ini kalian bertanya “mengapa” dan segeralah ubah menjadi “bagaimana”.

Semoga bermanfaat dan menjadi Pijat Refleksi ditengah hiruk pikuk aktifitas yg tengah dijalani.. :)

Diambil dari Blognya Kakek Jamil Azzaini dan diketik ulang oleh Teguh Budiarso

0 komentar:

Posting Komentar