Saudaraku, engkau akan dikenal dengan
karyamu. Engkau dikenang dengan prestasi gemilangmu. Engkau akan memiliki amal
jariyah dengan rintisan amal jariyah yang kau tunjukkan. (Solikhin Abu Izzudin,
Deadline your life hal 198)
Kadang kita itu gak sadar karena memang
tidak tau kalo alat-alat bedah modern saat ini sebenarnya warisan sejarah dari
Az-Zahrawi, ahli bedah Muslim abad 10 H. Dia telah menciptkan 200 alat bedah yg
digunakan di zaman sekarang.
Di abad ke-13, seorang Dokter Muslim, Ibnu Nafis
telah menjabarkan sirkulasi darah, 300 tahun sblm William Harvey menemukannya.
Ibnul Haithmam adalah orang pertama yang
mengubah ilmu fisika dari kegiatan filosofis menjadi aktivitas eksperimental.
Ingat Mushaf, ingat Ustman bin Affan.
Karena di masa kekhalifahannyalah ayat qur’an yang berserakan dikumpulkan, ketika
para syuhada dan mujahid yang hafal qur’an berguguran dimedan perang Yamamah.
Ingat Tafsir, ingat Ibnu Abbas, kecil-kecil udah
jadi ahli tafsir. Sebab dari kecil ia selalu mendampingi Rasulullah sehingga
semua makna dan penafsiran Al Qur’an ada padanya.
Ingat Hadits, ingat Abu Hurairah. Sebab
dialah orang yg mengambil spesialis hadits, saat orang-orang disibukkan degan Al
Qur’an. Karena merasa ketertinggalan dalam kafilah Qur’an, maka dia lebih
mengkhususkan diri mengumpulkan hadits-hadits Nabi.
Ingat Hadits Shahih, ingat Imam Bukhari.
Sejarah menuliskan kiprahnya, beliau menempuh jalan yang panjang dan melelahkan
untuk menyeleksi satu demi satu dari ribuan bahkan jutaan hadits untuk memilah
dan memilih menjadikan yang shahih saja didalam kitab. Mandi, berwudhu, dan sholat
istikharah 2 rakaat diawali untuk menetapkan satu hadits dalam kitab Shahih
Bukhari.
Banyak prestasi yg bisa kita pelajari dari
orang-orang terdahulu. Imam Syafe’i dikenal sebagai peletak dasar Ushul Fiqh. Imam Ahmad
dikenal Musnad-nya dan keteguhan sikapnya. Imam Ibnu Taimiyah dikenal aqidah dan
kegigihan jihadnya. Dan masih buanyak lagi Grandmaster-grandmaster ulama yg bisa kita
simak.
Begitupun di Indonesia, kita bisa belajar
dari Ust. Yusuf Mansyur tentang Konsep Shadaqah, Buya Hamka dengan Tafsir Al
Azharnya, Bung Hatta dengan konsep ekonominya, Ahmad Riawan Amin dengan aplikasi
ekonomi syariah dalam perbankan Islam, Pangeran Diponegoro dengan semangat jihadnya,
Bung Tomo dengan lantunan takbirnya dan masih bnyk lagi. Silahkan kalian tambahkan sendiri.
Mereka semua bisa seperti itu karena mereka
TAU POTENSI yang ada didalam dirinya. TAU POTENSI sama dengan TAU KELEBIHAN dan
KEKURANGAN diri. Apa Potensimu sekarang ??
INGAT !
Kita akan dikenal dengan karya kita.
Kita dikenang dengan prestasi gemilang
kita.
Jangan jadi orang yg Multitalenta. Ini mau,
itu mau. Ujung-ujungnya mandek semua. Lihat orang-orang diatas tadi, mereka dikenang dan
terkenang karena 1 hal, 1 potensi, 1 karya, dan 1 prestasi yang menyejarah. Karena
Kita akan dikenal dengan karya kita, Kita dikenang dengan prestasi gemilang kita.
Lihat logo diatas, dengan melihatnya saja kita sudah tahu bahwa itu merek
produk air mineral.
Ayo, Cepat bergerak dan temukan POTENSI yg
TERSEMBUNYI didalam DIRI untuk melejitkan PRESTASI. Sekali lagi, Kita akan dikenal dengan karya
kita dan Kita dikenang dengan prestasi gemilang kita. Karena saya yakin, kita akan bisa menjadi
Grandmaster dibidang kita masing-masing.
Temukan POTENSIMU dan BUAT MEREK DIRIMU !!
Resep dari Ust. Solikhin Abu Izzudin dan sedikit diberi bumbu penyedap oleh Teguh Budiarso :)






0 komentar:
Posting Komentar